ARTIKEL 9-14 (6 artikel)
ARTIKEL
ARTIKEL SLIDE
21 Mei 2026
Asosiasi Damkar Kalbar Dorong Penguatan Penanggulangan Kebakaran dan Karhutla
![]() |
| Asosiasi Damkar Kalbar melakukan audiensi dengan Sekda Kalbar Harisson untuk membahas penguatan sistem penanggulangan kebakaran. |
Pontianak – Asosiasi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat untuk membahas penguatan sistem penanggulangan kebakaran, peningkatan kapasitas petugas, hingga sinergi penanganan kebakaran dan karhutla di wilayah Kalbar, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekda Kalbar itu menjadi momentum mempererat koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur pemadam kebakaran dalam meningkatkan pelayanan keselamatan bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi kontribusi petugas pemadam kebakaran swasta yang selama ini aktif membantu masyarakat dalam berbagai kondisi darurat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari asosiasi pemadam kebakaran Kalimantan Barat yang sudah bertemu dengan saya selaku Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Pada prinsipnya pemerintah provinsi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada teman-teman yang tergabung dalam asosiasi ini,” ujarnya.
Harisson menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, relawan, masyarakat, dan lembaga pemadam kebakaran dalam membangun sistem penanggulangan kebakaran yang lebih cepat dan responsif.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat dalam penanggulangan karhutla, kebakaran lahan, maupun kebakaran di permukiman masyarakat,” katanya.
Menanggapi persoalan keterbatasan peralatan yang dihadapi petugas di lapangan, Harisson mengatakan pemerintah akan berupaya memfasilitasi bantuan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat untuk diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
“Nanti mungkin akan difasilitasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama-sama meminta bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana,” ucapnya.
Ia kembali menegaskan apresiasi pemerintah terhadap peran lembaga pemadam kebakaran swasta yang dinilai sigap membantu masyarakat saat terjadi kebakaran maupun kebakaran hutan dan lahan.
“Selama ini begitu cepatnya teman-teman dari lembaga pemadaman swasta membantu masyarakat yang mengalami musibah kebakaran ataupun membantu kami dalam karhutla dan lain-lain. Sekali lagi kami pemerintah mengucapkan terima kasih,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Damkar Kalbar Ronny Kasimin menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi petugas di lapangan, mulai dari keterbatasan armada dan peralatan, kebutuhan alat pelindung diri (APD), hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurut Ronny, keberadaan pemadam kebakaran swasta yang tumbuh dari swadaya masyarakat memerlukan dukungan lintas sektor dan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Petugas pemadam kebakaran berada di garis terdepan dalam penyelamatan masyarakat. Karena itu diperlukan penguatan sarana, peningkatan kapasitas SDM, dan dukungan regulasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Selain menyampaikan berbagai kendala, Asosiasi Damkar Kalbar juga menawarkan sejumlah program kolaborasi, seperti pelatihan bersama, edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, simulasi penyelamatan, hingga penguatan koordinasi antar damkar kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Ditempat yang sama, Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Ridwan, turut mengapresiasi keterlibatan Asosiasi Damkar Kalbar dalam penanganan kebakaran dan bencana di daerah.
“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman Asosiasi Damkar Kalbar dalam membantu dan berpartisipasi dalam pencegahan bencana kebakaran, karena kami tidak bisa menangani sendiri, tentu perlu peran serta masyarakat seperti para pemedam kebakaran swasta yang tergabung di asosiasi ini,” katanya.
Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi demi meningkatkan kualitas layanan pemadam kebakaran serta keselamatan masyarakat di Kalimantan Barat. (*)
Bareskrim Polri Musnahkan Belasan Ton Bawang Impor Ilegal dari Perbatasan Malaysia
![]() |
| Bareskrim Polri musnahkan ribuan kilogram bawang impor ilegal kasus penyeludupan dari jalur Tikus perbatasan Malaysia. |
Pontianak – Aparat penegak hukum bersama sejumlah instansi terkait memusnahkan ribuan kilogram bawang impor ilegal yang diduga masuk ke Indonesia melalui jalur tikus di wilayah perbatasan Malaysia. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen penegakan hukum terhadap praktik perdagangan ilegal yang merugikan negara dan berpotensi membahayakan masyarakat, Kamis (21/5/2026).
Pemusnahan barang bukti dilakukan setelah Satgas Gakkum Lundup mengungkap dugaan peredaran bawang impor ilegal dari berbagai negara yang masuk tanpa dokumen resmi karantina, dokumen impor maupun dokumen perdagangan yang sah.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Bareskrim Polri, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Bea Cukai Kalbar, Barantin, Dinas Lingkungan Hidup Kalbar, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri, Derry Agung Wijaya mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari informasi mengenai adanya distribusi bawang impor ilegal dari Malaysia. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi dan menemukan barang bukti di dua gudang penyimpanan.
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga telah menjalankan aktivitas ilegal tersebut selama kurang lebih satu tahun dengan jumlah pemesanan mencapai sekitar delapan ton bawang setiap pekan. Nilai perputaran usaha diperkirakan mencapai Rp24,96 miliar per tahun.
Dalam pemusnahan itu, aparat menghancurkan bawang putih sebanyak 9.680 kilogram, bawang bombai 7.340 kilogram, bawang merah 2.193 kilogram, dan bawang beri sebanyak 1.719 kilogram.
“Penindakan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga tata niaga yang sehat dan melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal. Kami akan senantiasa bekerja sama dengan penegak hukum lainnya dan tetap konsisten melakukan pengawasan serta penindakan hukum terhadap seluruh pihak yang terlibat,” ujar Derry.
Menurutnya, pemusnahan dilakukan karena komoditas tersebut mudah rusak dan dikhawatirkan membahayakan kesehatan masyarakat apabila kembali beredar di pasaran.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat sejumlah pasal terkait hortikultura, perdagangan, karantina, perlindungan konsumen, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Polri juga menegaskan akan terus memperketat pengawasan di jalur-jalur ilegal kawasan perbatasan guna mencegah masuknya barang impor tanpa prosedur resmi ke wilayah Indonesia. (*)
Edi Kamtono Ingatkan Pentingnya Bela Negara dan Bijak Bermedia Sosial di Era Digital
![]() |
| Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Sosialisasi Bela Negara. |
Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan seperti TNI dan Polri, tetapi juga kewajiban seluruh warga negara Indonesia dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Bela Negara di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (21/5/2026). Menurutnya, semangat bela negara harus terus ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda yang hidup di tengah perkembangan teknologi dan arus digitalisasi yang sangat cepat.
“Bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, TNI dan Polri, tetapi kita semua sebagai warga negara Indonesia wajib ikut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Edi menjelaskan, generasi milenial, Gen Z hingga Gen Alpha saat ini sangat dekat dengan media sosial, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi tersebut membawa banyak manfaat, mulai dari mempermudah komunikasi, mendukung pelayanan publik hingga pengembangan konsep smart city di Kota Pontianak.
Namun di sisi lain, ia mengingatkan bahwa teknologi juga dapat membawa dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijak.
“Media sosial dan teknologi informasi sangat membantu, tetapi juga punya kelemahan kalau kita tidak bijak. Bisa muncul hoaks, fitnah, perundungan, dan hal-hal yang menyesatkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyinggung peristiwa viral terkait lomba cerdas cermat yang sempat menjadi perhatian publik nasional. Ia menilai kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran penting bagi generasi muda agar lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tidak mudah menghakimi.
Menurutnya, pelajar harus mampu melihat persoalan dari berbagai sisi serta tidak mudah terpancing emosi atau ikut menyebarkan komentar negatif di media sosial.
“Kalau kita melihat sesuatu, jangan hanya dari satu sisi. Kita harus bijak, karena manusia punya akal, punya kelebihan, tetapi juga punya kekurangan,” jelasnya.
Edi menambahkan, kegiatan sosialisasi bela negara maupun lomba cerdas cermat pada dasarnya bertujuan memperkuat pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat nilai ini perlu terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pelajar,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda Kota Pontianak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, bijak dalam menggunakan media sosial, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dan memperkuat persatuan bangsa.
“Di era digital ini, adik-adik harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan yang baik, untuk kemajuan, dan untuk menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya. (*)
Warga Pontianak Antusias Serbu Pasar Murah, Harga Paket Sembako Lebih Hemat
![]() |
| Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyerahkan secara simbolis paket sembako pada Operasi Pasar Murah di Pontianak Utara. |
Pontianak – Operasi pasar murah jelang Idul Adha 1447 Hijriayah yang digelar Pemerintah Kota Pontianak bersama sejumlah mitra mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi pasar murah untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Salah satunya dirasakan Kusyari (49), warga Parwasal, Kecamatan Pontianak Utara. Bersama istrinya, ia datang sejak pagi untuk membeli paket sembako berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir seharga Rp85 ribu. Padahal, jika dibeli di pasaran, harga paket serupa diperkirakan mencapai Rp116 ribu.
“Senang karena lebih murah. Ini nanti untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui di lokasi operasi pasar Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (21/5/2026).
Kusyari menjadi satu dari sekitar 6.000 warga yang merasakan manfaat operasi pasar tersebut. Program ini menyasar masyarakat kategori desil 1 dan 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial Kota Pontianak. Ia berharap kegiatan serupa bisa lebih sering dilaksanakan, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, operasi pasar menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat menjaga daya beli, terutama menjelang Iduladha ketika harga sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan.
“Operasi pasar ini kita lakukan untuk membantu kebutuhan rumah tangga masyarakat. Harganya lebih murah dibandingkan harga pasaran, sehingga bisa meringankan beban warga,” katanya.
Menurut Bahasan, paket yang dijual berisi kebutuhan pokok yang paling banyak digunakan masyarakat, yakni beras, minyak goreng, dan gula pasir. Selisih harga dari pasaran menjadi bentuk subsidi yang manfaatnya dapat langsung dirasakan warga.
Ia menambahkan, operasi pasar tidak hanya bertujuan membantu masyarakat kurang mampu, tetapi juga menjadi langkah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.
“Ketika kebutuhan pokok tersedia dan masyarakat bisa membelinya dengan harga yang wajar, maka ini juga membantu menjaga stabilitas harga di pasar,” ujarnya.
Pemkot Pontianak melaksanakan operasi pasar secara merata di seluruh kecamatan dengan alokasi paket yang disesuaikan berdasarkan sasaran penerima manfaat. Langkah itu dilakukan agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Harapan kita, operasi pasar ini bisa tepat sasaran. Karena itu, data penerima juga disesuaikan dengan warga yang memang membutuhkan,” jelas Bahasan.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan pasar murah, mulai dari BUMD, perangkat daerah, kecamatan hingga kelurahan. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Semoga kegiatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah akan terus berupaya hadir untuk menjaga daya beli warga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” pungkasnya. (*)
Pontianak Jadi Tuan Rumah Raker APEKSI se-Kalimantan, Bahas Penguatan Fiskal Daerah
![]() |
| Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan kesiapan Pemerintah Kota Pontianak selaku tuan rumah Raker Komwil V APEKSI Regional Kalimantan. |
Pontianak – Kota Pontianak kembali dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan 2026 yang digelar pada 22–24 Mei mendatang. Sebanyak sembilan wali kota se-Kalimantan dijadwalkan hadir dalam forum strategis tersebut.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pertemuan ini menjadi wadah penting bagi pemerintah kota di Kalimantan untuk membahas berbagai isu pembangunan perkotaan, terutama penguatan fiskal daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan publik dan pembangunan.
Mengusung tema “Fiskal Tangguh, Kota Tumbuh”, forum ini diharapkan mampu menjadi ruang berbagi gagasan dan pengalaman antar kepala daerah dalam memperkuat kapasitas keuangan daerah.
“Ketahanan fiskal ini penting agar pemerintah kota mampu menjaga keberlanjutan pembangunan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendorong pertumbuhan kota yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Edi yang juga menjabat Ketua Komwil V APEKSI, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan para wali kota beserta rombongan dari seluruh Kalimantan. Ia berharap kehadiran para tamu dapat membawa suasana positif sekaligus memperkuat citra Pontianak sebagai kota yang nyaman dan terbuka.
Edi juga mengajak masyarakat ikut menyambut para tamu dengan menjaga keramahan dan kebersihan kota.
“Mudah-mudahan warga Kota Pontianak juga bisa merasakan aura keberadaan mereka di Kota Pontianak ini dengan keramahan, menjaga kebersihan, dan kita jadikan Kota Pontianak salah satu kota yang layak, nyaman sebagai tempat hunian dan beraktivitas,” pesannya.
Menurutnya, Pontianak bukan kali pertama dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan APEKSI. Terakhir, kota ini juga menjadi penyelenggara agenda serupa pada tahun 2023.
“Ini sudah keberapa kalinya kita menyelenggarakan sebagai tuan rumah. Terakhir itu tahun 2023,” ungkapnya.
Selain membahas penguatan fiskal daerah, Raker Komwil V APEKSI juga menjadi momentum memperkenalkan potensi Kota Pontianak kepada para peserta. Beragam potensi mulai dari kuliner, budaya, keramahan masyarakat hingga perkembangan pembangunan kota diharapkan dapat meninggalkan kesan positif bagi para tamu.
Edi menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak siap menyukseskan pelaksanaan Raker Komwil V APEKSI Regional Kalimantan 2026 dan berharap forum tersebut mampu memperkuat kolaborasi serta jejaring kerja sama antar kota di Kalimantan.
“Pontianak siap menyambut para tamu. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi seluruh kota di Kalimantan,” pungkasnya. (*)
20 Mei 2026
31 Tahun Telkomsel, Perkuat Ekosistem Digital dan Catat Laba Tumbuh 14,7 Persen
![]() |
| Telkomsel berhasil membukukan peningkatan performansi Perusahaan yang semakin baik pada paruh kedua 2025. |
Jakarta – Memasuki usia ke-31 tahun, Telkomsel terus memperkuat posisinya sebagai digital ecosystem enabler melalui layanan digital yang semakin relevan dan bernilai bagi pelanggan. Di tengah dinamika industri telekomunikasi yang semakin kompetitif, Telkomsel mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 14,7 persen secara kuartalan (QoQ) dan EBITDA meningkat 5,4 persen QoQ sepanjang 2025.
Kinerja positif tersebut ditopang kontribusi layanan digital bisnis yang kini menyumbang lebih dari 95 persen terhadap pendapatan mobile, serta pertumbuhan traffic data sebesar 15 persen secara tahunan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho mengatakan, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Telkomsel dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp109,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp19,7 triliun. Transformasi menuju pertumbuhan berkualitas juga tercermin dari basis pelanggan yang terkonsolidasi menjadi 156,1 juta pelanggan, dengan ARPU meningkat menjadi Rp45 ribu pada akhir tahun.
Selain memperkuat layanan mobile, Telkomsel juga terus mengembangkan layanan konvergensi dan fixed broadband. Penetrasi layanan konvergensi kini telah mencapai sekitar 59 persen, sementara jumlah pelanggan fixed broadband menembus lebih dari 10 juta pelanggan.
Dalam mendukung gaya hidup digital masyarakat, Telkomsel menghadirkan berbagai layanan digital yang mendukung komunikasi, hiburan, hingga solusi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin terintegrasi dalam ekosistem layanan.
Tidak hanya fokus pada bisnis, Telkomsel juga memperluas dampak sosial melalui pengembangan ekosistem digital inklusif. Perusahaan mencatat peningkatan omzet UMKM rata-rata hingga 32 persen melalui pemanfaatan layanan digital. Selain itu, Telkomsel turut mendukung terciptanya lebih dari 685 ribu lapangan kerja dalam ekosistem digital nasional.
Pengembangan talenta digital juga terus dilakukan melalui program seperti NextDev dan berbagai inisiatif edukasi digital lainnya. Telkomsel juga memperluas akses digital hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui dukungan BTS USO.
Atas inovasi dan kualitas layanan yang terus dikembangkan, Telkomsel meraih sejumlah penghargaan nasional maupun internasional sepanjang 2025. Di antaranya penghargaan global dari Ookla melalui Speedtest Awards™ untuk kualitas jaringan, penghargaan Global GTI Awards, hingga apresiasi internasional atas pemanfaatan AI dalam layanan MyTelkomsel dan customer experience.
Saat ini, Telkomsel didukung lebih dari 293 ribu BTS on-air yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia guna memastikan kualitas konektivitas digital yang semakin optimal.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh skala, tetapi oleh kemampuan menghadirkan layanan yang bernilai, pengalaman yang konsisten, serta keberlanjutan bisnis yang mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi pelanggan dan ekosistem digital nasional,” tambah Nugroho.
Ke depan, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konektivitas broadband, layanan digital terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI demi menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin seamless, relevan, dan bernilai bagi masyarakat Indonesia. (*)









