Indokalbar.com

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

ARTIKEL 9-14 (6 artikel)

ARTIKEL

ARTIKEL SLIDE

19 Mei 2026

Pemkab Kubu Raya Terbitkan Dispensasi Solar untuk Atasi Kelangkaan BBM Transportasi Sungai

Foto: Bupati Kubu Raya Bersama Ketua Gapasdap Usai Rapat Koordinasi Terkait Kelangkaan BBM Bersubsidi Jenis Solar

KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bergerak cepat menyikapi kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar yang berdampak pada terganggunya operasional transportasi sungai di sejumlah wilayah pesisir dan terpencil.

Permasalahan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terkait Kelangkaan BBM Bersubsidi Jenis Solar yang digelar di lingkungan Setda Kabupaten Kubu Raya, Senin (18/5). Rapat dihadiri langsung Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, Wakil Bupati Kubu Raya H. Sukiryanto, Sekda Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam, pihak Pertamina, Ketua Gapasdap Agus Tianto, tokoh masyarakat, Camat Batu Ampar, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Rapat digelar menyusul aksi mogok sebagian angkutan sungai akibat sulitnya mendapatkan BBM solar serta tingginya harga BBM industri yang dinilai memberatkan para operator kapal tradisional.

Ketua Gapasdap Agus Tianto mengatakan, transportasi sungai merupakan akses utama masyarakat di tujuh kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, terutama wilayah pesisir dan perairan yang sangat bergantung pada jalur sungai.

“Kami sudah berupaya sejak April melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan dan Pertamina terkait kebutuhan BBM. Kalau transportasi sungai berhenti total, dampaknya sangat besar bagi masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan hingga distribusi kebutuhan pokok,” ujarnya.

Menurut Agus Tianto, selama ini transportasi sungai belum mendapatkan perhatian maksimal, padahal ribuan masyarakat setiap hari menggunakan jalur air sebagai sarana utama mobilitas dan pengangkutan barang. Ia juga menyoroti minimnya fasilitas pengisian BBM khusus kapal di wilayah Kubu Raya. Saat ini, keberadaan SPBUN dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan operasional angkutan sungai.

“Kalau kapal berhenti, masyarakat di daerah terpencil otomatis lumpuh. Karena di sana transportasi air adalah urat nadi kehidupan masyarakat,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menegaskan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mencegah dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, efek dominonya akan berdampak ke banyak sektor. Maka demi kepentingan masyarakat dan pelayanan publik, pemerintah daerah akan menerbitkan surat dispensasi pengambilan solar untuk transportasi sungai,” kata Sujiwo saat wawancara usai rapat.

Menurut Sujiwo, kebijakan dispensasi tersebut bersifat sementara sambil menunggu regulasi dan rekomendasi resmi dari pihak terkait, termasuk BP Migas.

Ia juga meminta Pertamina meningkatkan pengawasan distribusi BBM agar tidak terjadi penyalahgunaan dan penimbunan oleh oknum tertentu.

“Saya minta pengawasan distribusi BBM diperketat supaya masyarakat kecil tidak menjadi korban,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap langkah tersebut dapat membuat operasional transportasi sungai kembali normal sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan perairan tetap berjalan lancar. (Jm)

Satlantas Polres Sekadau Kembali Serahkan Traffic Cone, Dukung Keselamatan Ibadah di Gonis Rabu


Pagi Padat di Simpang PLN Sekadau, Polisi Atur Arus di Tanjakan Jalan Merdeka Timur


Bidpropam Polda Kalbar Laksanakan Pembinaan PNPP T.A. 2026 di Polres Sekadau


Edi Kamtono: PKK Mitra Strategis Wujudkan Keluarga Sejahtera dan Kota Pontianak Maju

Wali Kota Pontianakdan Ketua TP PKK Pontianak menandatangani Nota Kesepahaman Bersama untuk menunjang kolaborasi dan selaraskan program kedua belah pihak.

Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan keluarga di Kota Pontianak.

Menurut Edi, keberadaan PKK tidak hanya sebagai organisasi pendamping pemerintah, tetapi menjadi bagian penting dalam kerja nyata pembangunan karena mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga dan dasawisma.

“PKK adalah mitra strategis pemerintah kota. Kerja nyata, kerja ikhlas, dan kerja rasa, itulah PKK. Pemberdayaan kesejahteraan keluarga ini tugas yang sangat mulia,” ujarnya saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi Program Kerja TP PKK Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).

Edi menjelaskan, pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari sisi ekonomi semata, tetapi juga mencakup kesehatan, kecerdasan, kebahagiaan, hingga kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Kalau kita bicara kesejahteraan, ini luas. Kita harus melihat warga kita sehat atau tidak, cerdas atau tidak, bahagia atau tidak. Kalau sehat dan cerdas tapi tidak bahagia, itu juga masalah,” katanya.

Ia menilai berbagai target pembangunan seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting, hingga peningkatan daya saing masyarakat hanya dapat dicapai melalui kolaborasi bersama antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk PKK.

Karena itu, Edi meminta agar program kerja organisasi perangkat daerah (OPD) diselaraskan dan disinergikan dengan program PKK sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.

“Semua tugas dan fungsi OPD muaranya adalah memajukan kota dan menyejahterakan masyarakat. PKK harus diajak untuk mencapai target yang menjadi visi dan misi dalam RPJMD,” jelasnya.

Ia juga menyinggung keterbatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pontianak yang belum sebanding dengan jumlah penduduk. Kondisi tersebut membuat peran PKK menjadi semakin penting karena memiliki jaringan luas hingga tingkat masyarakat bawah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan langkah bersama yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Menurutnya, program kerja TP PKK Kota Pontianak tahun 2026 difokuskan pada penguatan berbagai pilar pembangunan keluarga, mulai dari kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, edukasi sanitasi, perencanaan sehat, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu.

“Pada pilar kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat, kami akan terus hadir dalam edukasi lingkungan, pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu, serta edukasi sanitasi lingkungan yang layak di setiap keluarga,” ujarnya.

Yanieta juga menekankan pentingnya literasi digital dan pemanfaatan teknologi bagi kader PKK agar semakin adaptif dalam menyebarkan informasi positif dan edukatif kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh program PKK, mulai dari tingkat dasawisma hingga kecamatan, dapat berjalan searah dengan program Pemerintah Kota Pontianak sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saya percaya ketika pemerintah, Tim Penggerak PKK, dan seluruh elemen masyarakat berjalan beriringan, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya. (*)

Jelang Idul Adha, Pemkot Pontianak Gelar Operasi Pasar Murah 6.000 Paket Bersubsidi

Amirullah menyerahkan paket sembako kepada pembeli pertama Operasi Pasar Jelang Idul Adha di halaman Kantor Camat Pontianak Barat.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak menggelar operasi pasar murah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026 ini menyediakan sebanyak 6.000 paket bahan pokok bersubsidi bagi masyarakat di enam kecamatan se-Kota Pontianak.

Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, mengatakan operasi pasar tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.

“Ini adalah wujud kepedulian pemerintah dalam langkah membantu mengangkat daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok,” ujarnya usai membuka operasi pasar di halaman Kantor Kecamatan Pontianak Barat, Selasa (19/5/2026).

Dalam operasi pasar tersebut, masyarakat dapat membeli paket bahan pokok yang terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran. Satu paket dijual seharga Rp85 ribu, sementara harga normalnya mencapai Rp116 ribu.

Amirullah menjelaskan, subsidi harga paket sembako tersebut berasal dari dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan mitra. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan perangkat daerah terkait, camat, hingga lurah di seluruh wilayah Kota Pontianak.

Menurutnya, operasi pasar dilaksanakan secara merata di enam kecamatan dengan alokasi masing-masing 1.000 paket. Dengan demikian, total paket bersubsidi yang disediakan mencapai 6.000 paket.

“Untuk paket yang kami sediakan dalam bentuk subsidi harga, dibagi di enam kecamatan. Satu kecamatan itu 1.000 paket,” katanya.

Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, operasi pasar murah ini juga menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Pontianak dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah menjelang Idul Adha.

“Tujuan lainnya adalah mengendalikan inflasi. Dengan harga yang disubsidi dalam jangka waktu ini, kita membantu dari sisi suplai, sehingga diharapkan keseimbangan pasar tercapai dan harga tidak meningkat,” ungkap Amirullah.

Ia menambahkan, sasaran utama penerima manfaat operasi pasar adalah masyarakat kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial.

“Yang kita sarankan adalah warga kurang mampu, berdasarkan data tertentu dari sosial kemasyarakatan, yang kita kategorikan dari desil 1 sampai dengan desil 2,” terangnya.

Proses penentuan warga penerima manfaat dilakukan oleh pihak kecamatan dan kelurahan yang bertugas memilah serta mengundang masyarakat yang berhak membeli paket bahan pokok bersubsidi tersebut.

Pemerintah Kota Pontianak berharap operasi pasar murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat menjelang Idul Adha sekaligus menjaga daya beli dan kestabilan harga kebutuhan pokok di pasaran. (*)

MBCI Rally 3rd Resmi Dimulai, 65 Rider Jelajahi Pontianak-Sarawak-Brunei dalam Touring 360 Derajat

Wali Kota Pontianak melepas peserta MBCI Rally 3rd dari halaman Kantor Wali Kota Pontianak menuju sejumlah daerah di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Pontianak – Sebanyak 65 peserta Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Rally 3rd resmi memulai perjalanan touring lintas negara dari halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026). Touring bertajuk rute melingkar 360 derajat ini akan membawa para rider melintasi Malaysia dan Brunei Darussalam sebelum kembali lagi ke Kota Pontianak.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas motor besar, tetapi juga membawa misi promosi wisata dan memperkenalkan potensi Kalimantan Barat ke negara tetangga.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti perjalanan jarak jauh tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat menjalani perjalanan dengan aman dan lancar hingga kembali ke Pontianak.

“Ini perjalanan yang sangat jauh. Ada 65 peserta yang ikut, mudah-mudahan dalam perjalanannya semua diberikan kesehatan dan keselamatan,” ujarnya saat melepas peserta MBCI Rally 3rd.

Edi menilai touring lintas negara ini memiliki nilai strategis karena Kalimantan Barat memiliki keunggulan geografis berupa perbatasan darat langsung dengan Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut membuka peluang besar dalam memperkuat hubungan sosial, ekonomi, budaya, hingga sektor pariwisata antarnegara.

“Alhamdulillah, Kalimantan Barat khususnya memiliki perbatasan darat dengan Sarawak. Ini memberikan akses yang sangat banyak dan bermanfaat,” katanya.

Ia juga mendorong agar kegiatan komunitas otomotif seperti ini terus dikembangkan sebagai bagian dari diplomasi masyarakat yang mampu mempererat hubungan persahabatan lintas negara.

Sementara itu, Ketua MBCI Kalbar, Indra Kurnianto, menjelaskan Pontianak dipilih sebagai titik awal keberangkatan touring. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pontianak, aparat kepolisian, TNI, dan seluruh pihak yang turut membantu kelancaran kegiatan tersebut.

Menurut Indra, antusiasme peserta sangat tinggi. Awalnya panitia hanya membuka kuota untuk 50 rider, namun jumlahnya terus bertambah hingga akhirnya ditutup dengan total 65 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rombongan akan menempuh perjalanan dari Pontianak menuju Sri Aman, Miri, Brunei Darussalam, Sibu, hingga Kuching. Di Kuching, para peserta dijadwalkan menghadiri Bike Week Festival Motor Besar se-Asia Tenggara yang diperkirakan dihadiri ribuan motor besar dari berbagai negara.

“Ini momen yang sangat ramai, kemungkinan bisa tumpah sampai ribuan kendaraan motor besar,” jelas Indra.

Usai mengikuti festival, rombongan akan kembali ke Pontianak melalui jalur Aruk. Jalur tersebut membentuk rute rotasi melingkar 360 derajat dengan titik awal dan akhir di Kota Pontianak.

“Pulangnya kami akan melewati Aruk, rotasi 360 derajat hingga sampai kembali di Pontianak. Insya Allah tiba pada Minggu, 24 Mei 2026,” ungkapnya.

Peserta touring berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Barat, Yogyakarta, Bogor, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, hingga Jawa Timur. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat citra Pontianak sebagai kota yang terbuka bagi kegiatan komunitas, pariwisata, dan persahabatan lintas negara. (*)

Basarnas Pontianak Perkuat Kapasitas Nelayan Kubu Raya, Siapkan Penolong Pertama di Perairan

SAR Community potensi SAR untuk tingkatkan keselamatan nelayan di Kalbar.

Kubu Raya – Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak menggelar kegiatan SAR Community Potensi SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dengan tema “Penguatan Kapasitas dan Peran Nelayan sebagai Potensi SAR dalam Mendukung Penyelenggaraan Operasi SAR di Perairan” di Aula Kantor Camat Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran serta kemampuan keselamatan para nelayan yang setiap hari berhadapan langsung dengan risiko tinggi di perairan.

Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Basarnas, Didi Hamzar, mengatakan program SAR Community Potensi SAR yang dilaksanakan Kantor SAR Pontianak merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Kabupaten Kubu Raya.

“Program SAR Community Potensi SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Pontianak ini khususnya dilaksanakan di Kubu Raya dengan bekerja sama bersama DPD HNSI Kalbar, Damkar, dan para nelayan sebagai peserta kegiatan,” ujarnya.

Menurut Didi, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan kemampuan nelayan sebagai penolong pertama ketika terjadi kondisi darurat di laut. Ia menilai profesi nelayan memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga pemahaman mengenai keselamatan dan pertolongan di perairan menjadi sangat penting.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, berharap melalui kegiatan tersebut para nelayan mampu memahami langkah cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat di laut.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para nelayan bisa memahami dan mengetahui bagaimana bertindak dalam kondisi darurat, sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen Kantor SAR Pontianak untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawab secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pencarian dan pertolongan.

Melalui penguatan kapasitas nelayan sebagai potensi SAR, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara Basarnas dan masyarakat pesisir dalam mendukung keselamatan pelayaran serta mempercepat penanganan keadaan darurat di wilayah perairan Kalimantan Barat. (*)

18 Mei 2026

Sidang Kasus Cabul Terjadi di Sandai, Kuasa Hukum Korban Sebut Tes DNA Bukti Tak Terbantahkan

Iga Pebrian Pratama, SH (kiri)  dan Jakaria Irawan, SH, MH (kanan)
Iga Pebrian Pratama, SH (kiri)  dan Jakaria Irawan, SH, MH (kanan)

KETAPANG  – Pengadilan Negeri (PN) Ketapang hari ini menggelar sidang lanjutan perkara dugaan kasus asusila yang terjadi di kecamatan Sandai kabupaten Ketapang dengan terdakwa seorang kakek berinisial S alias UE.

Sidang ini dilakukan secara tertutup karena korbanya seorang anak dibawah umur. Korban didampingi kuasa hukum Iga Pratama dan Jakaria Irawan. Menurut Iga, sidang kali ini dengan agenda mendengarkan kesaksian dari paman dan ibu korban. 

"Karena ini perkara dengan korban anak dibawah umur,maka dilakukan secara tertutup sesuai dengan pasal 153 KUHP. Keterangan digali dari orang dekat korban yakni paman dan ibunya," ujar Iga Pebrian Pratama, di PN Ketapang, Senin (18/5/2026). 

Berdasarkan pemeriksaan saksi dan bukti-bukti yang dihadirkan saat proses penyidikan sampai persidangan, unsur pebuatan pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 181 Undang-undang tentang Perlindungan Anak tidak dapat dielakan oleh terdakwa. 

Pada proses penyidikan di kepolisian, telah dilakukan uji ilmiah berupa tes uji darah atau DNA terhadap anak yang dilahirkan oleh korban. Hasilnya, secara valid menunjukkan bahwa DNA anak tersebut identik dan sesuai dengan DNA terdakwa. 

"Bukti sains (scientific cmelalui tes DNA ini merupakan bukti yang tidak terbantahkan. Hal ini secara terang benderang membuktikan bahwa perbuatan bejat tersebut nyata terjadi dan dilakukan oleh terdakwa," tegas Iga. 

Senada dengan hal tersebut, ahli hukum sekaligus rekan advokat LBH KRI Ketapang, Jakaria Irawan memberikan penguatan dari sudut pandang materi hukum pidana. 

Ia menyatakan bahwa hasil tes DNA ini menjadi pilar utama pembuktian yang akan menyulitkan terdakwa untuk mengelak.

"Secara teori hukum dan pembuktian, hasil DNA yang identik ini adalah master evidence atau bukti mutlak. Ketika bukti ilmiah sudah berbicara dan bersesuaian dengan keterangan saksi korban serta saksi petunjuk lainnya, maka unsur materiil dari pasal pencabulan dan persetubuhan anak ini telah terpenuhi secara sempurna. Kami berharap Majelis Hakim PN Ketapang jeli melihat ini demi masa depan korban," katanya. (*).

89 Pemuda Kalbar Berangkat ke Cina, Siap Kuasai Teknologi Aluminium untuk Bangun Daerah

Diinisiasi PT DIB, 89 Pemuda Kalbar berangkat ke Cina untuk ikut pelatihan teknologi aluminium.

Pontianak – Sebanyak 89 pemuda terbaik Kalimantan Barat resmi diberangkatkan ke Cina untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium melalui program Operations Development Program yang diinisiasi PT Dharma Inti Bersama. Dari total peserta, 14 di antaranya merupakan putra-putri asal Kayong Utara.

Pelepasan peserta berlangsung di Bandara Supadio Pontianak, Senin (18/5/2026), dan disaksikan keluarga peserta, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Program ini dipersiapkan untuk mencetak sumber daya manusia lokal yang siap mendukung operasional industri di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Kepulauan Karimata.

Salah satu peserta, Yusril Damara, mengaku bangga dan bersyukur setelah berhasil lolos mengikuti program tersebut. Ia menyebut perjuangannya selama empat bulan belajar Bahasa Mandarin akhirnya membuahkan hasil.

“Saya tentu sangat senang sekali. Perjuangan dan usaha saya selama empat bulan ini akhirnya terbayarkan,” ungkapnya.

Yusril berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama di Cina nantinya dapat digunakan untuk membantu pembangunan daerah asalnya.

“Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya keberadaan smelter ini,” katanya.

Peserta lainnya, Zainir Oktaviani, lulusan Fisika Murni Fakultas MIPA, mengaku keberangkatannya menjadi motivasi besar bagi keluarganya, terutama adik-adiknya.

“Saya ingin menjadi inspirasi bagi adik-adik saya karena saya anak pertama. Dukungan penuh dari orang tua sejak kecil hingga sekarang adalah kekuatan terbesar saya,” ujarnya.

Menurut Zainir, pengalaman belajar di luar negeri akan menjadi bekal penting untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan.

“Saya ingin menjadikan Kayong Utara lebih maju, berkembang pesat, hingga suatu saat nanti bisa menjadi kota yang maju seperti Pontianak ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kayong Utara, A. Azahari, menilai program ini bukan hanya soal transfer teknologi, tetapi juga kesempatan mempelajari disiplin dan etos kerja industri di Cina.

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Mengapa harus Cina? Secara historis, di sanalah peradaban Lembah Sungai Kuning menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan tertua di dunia,” ujarnya.

Ia berharap para peserta mampu menyerap nilai-nilai positif seperti disiplin kerja, etos kerja tinggi, dan budaya sopan santun yang diterapkan di negara tersebut.

“Cina itu etos kerjanya tinggi, disiplinnya luar biasa, dan mereka tetap mengedepankan adab serta sopan santun. Hal-hal positif itulah yang harus anak-anak kita serap di sana,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari anggota DPD RI perwakilan Kalimantan Barat, Daud Yordan. Ia menyebut program ini sebagai peluang emas bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman internasional sekaligus membuka peluang kerja yang menjanjikan.

“Hari ini, jujur saja, mencari pekerjaan itu sulit. Tapi adik-adik ini luar biasa, pulang dari sana informasinya akan langsung dipekerjakan sesuai keahlian masing-masing. Ini kesempatan yang tidak datang dua kali,” tuturnya.

Daud pun berpesan agar seluruh peserta kelak kembali ke daerah dan ikut membangun Kalimantan Barat dengan ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama pelatihan.

“Menuntut ilmu boleh setinggi-tingginya, ambil ilmunya sebanyak-banyaknya. Tugas kalian adalah kembali dan membangun daerah kita, Kalimantan Barat,” tegasnya.

Program pengiriman pemuda ke Cina ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten guna mendukung pengembangan industri aluminium di Kawasan Industri Pulau Penebang sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Kalimantan Barat di tingkat global. (*)