Berita Indokalbar.com hari ini

Masukkan Serial Number dibawah ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

ARTIKEL 9-14 (6 artikel)

ARTIKEL

ARTIKEL SLIDE

05 Mei 2026

Lari Seru Sambil Pungut Sampah dan Tanam Pohon, Telkomsel Hadirkan Fun Run Unik di Pontianak

Gelar HARRIS SIMPATI Fun Run 2026, Telkomsel ajak warga Pontianak lari sambil lakukan aksi plogging dan tanam pohon.

Pontianak – Semangat hidup sehat kini semakin terasa di tengah masyarakat, seiring meningkatnya minat terhadap olahraga lari yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mempererat kebersamaan lintas komunitas. Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan hidup terus menjadi perhatian penting, terutama di Kalimantan Barat yang membutuhkan aksi nyata dari berbagai elemen masyarakat.

Menjawab dua kebutuhan tersebut, Telkomsel bersama HARRIS Hotel Pontianak menghadirkan ajang HARRIS SIMPATI Fun Run 2026 yang akan digelar pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Telkomsel ke-31, sekaligus membawa konsep berbeda dengan menggabungkan olahraga, aksi lingkungan, dan kebersamaan dalam satu momentum.

Mengusung tema ramah lingkungan, event ini terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari komunitas lari, instansi, perusahaan, hingga masyarakat umum di Kota Pontianak. Para peserta akan menempuh rute sejauh 5 kilometer yang dimulai dan berakhir di HARRIS Hotel Pontianak, melintasi sejumlah ruas jalan utama kota seperti Jalan Hijas, Nusa Indah Baru, Jenderal Urip, HOS Cokroaminoto, Diponegoro, hingga Gadjah Mada. Rute tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berlari yang nyaman sekaligus menghadirkan nuansa khas kota kepada peserta.

Tidak sekadar berlari, kegiatan ini juga mengajak peserta berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi dengan BPDAS Kapuas, setiap peserta akan mendapatkan satu bibit pohon dalam program “1 Peserta = 1 Pohon”. Bibit tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.

Keseruan semakin bertambah dengan adanya aksi plogging, di mana peserta diajak memungut sampah di sepanjang rute lari. Selain itu, peserta juga dapat mengikuti kompetisi konten kreatif terkait penanaman pohon yang telah diterima. Inisiatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru bahwa menjaga kesehatan tubuh bisa berjalan seiring dengan menjaga lingkungan.

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi yang menghadirkan manfaat ganda. Menurutnya, setiap langkah yang diambil peserta bukan hanya untuk kebugaran, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi masa depan lingkungan yang lebih hijau," kata Manager Mobile Consumer Telkomsel Branch Pontianak, Riyadh Suganda, Selasa (5/4/2026)

Dijelaskannya, dukungan terhadap acara ini juga datang dari berbagai pihak, di antaranya CV Juanda, BPDAS Kapuas, Aming Coffee, Maskua, Tumbuh, Sunpride, Fitbar, dan Yakult. Sementara aspek kesehatan dan keselamatan peserta akan ditangani oleh RS ABK Pontianak sebagai mitra medis resmi.

"Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan berbagai doorprize menarik, mulai dari satu unit sepeda motor sebagai hadiah utama hingga beragam hadiah elektronik seperti mesin cuci, televisi, voucher menginap, dan hadiah lainnya. Seluruh peserta juga akan mendapatkan racepack berisi produk dari para sponsor," terang Riyadh.

Tak hanya itu, Telkomsel turut menghadirkan booth layanan di lokasi acara yang menyediakan informasi produk sekaligus penawaran menarik untuk kartu SIMPATI, by.U, modem Orbit, dan IndiHome. Pengunjung juga dapat menukarkan poin MyTelkomsel untuk memperoleh merchandise eksklusif secara langsung di area event.

"Melalui HARRIS SIMPATI Fun Run 2026, Telkomsel berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menginspirasi gerakan berkelanjutan di Kota Pontianak. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai event semata, melainkan menjadi langkah awal untuk mendorong gaya hidup sehat yang selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan," pungkas Riyadh. (*)

Bupati Sintang Resmikan Agrowisata Persada Nusantara, Dorong Jadi Destinasi Wisata Edukasi

Foto: Persemian Agrowisata Persada Nusantara oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala didampingi Ketua Komisi V DPR RI Lasarus

SINTANG - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meresmikan Agrowisata Persada Nusantara di Desa Pandan, Kecamatan Sungai Tebelian, Sabtu (2/5/2026).

Agrowisata seluas 14 hektare ini dikelola Perkumpulan Karya Bangsa Sintang dan fokus pada pengembangan wisata sekaligus edukasi. 

Peresmian turut dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Wakil Ketua DPRD Sintang Yohanes Rumpak, Ketua Perkumpulan Karya Bangsa YAT Lukman Riberu, anggota Forkopimda, Forkopimcam, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tamu undangan.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menilai pembangunan agrowisata merupakan ide cerdas, namun harus dibangun dengan konsep inovatif dan kekinian.

“Saya mendukung lokasi ini. Saya mendorong agar tenaga kerja diambil dari warga sekitar supaya ada rasa memiliki. Pembangunan agrowisata harus memberi dampak bagi masyarakat. Jaga lokasi ini agar tetap ramah dan bebas dari aktivitas negatif. Silakan belajar pengelolaan agrowisata dari Pulau Jawa yang sudah maju,” tegasnya.

Lasarus juga berjanji membantu peningkatan jalan masuk agar akses lebih baik dan pengunjung makin ramai. Ia menitipkan pesan agar pengelola kelak membantu penambahan lahan makam Katolik yang berada di sebelah agrowisata.

“Saya tahu lokasi pemakaman ini ke depan semakin sulit. Kalau keuntungan sudah banyak, bantu penambahan tanah makam. Dan jangan ada toleransi terhadap kegiatan negatif, apalagi akan dibangun kapel di tempat ini. Jaga nama baik, karena ke depan banyak anak-anak akan berkunjung,” ucapnya.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan Agrowisata Persada Nusantara sebagai tempat wisata dan edukasi.

“Ke depan, Pemkab Sintang bisa melaksanakan kegiatan di tempat ini. Saya bangga Perkumpulan Karya Bangsa berani membangun lokasi wisata ini. Ini langkah berani,” ujarnya.

Bupati berpesan agar pengelola tetap kompak dan terus berinovasi. “Keberadaan agrowisata ini bisa menjadi penambah nilai tawar daerah. Terus bangun citra positif, perbarui fasilitas yang ada,” harapnya.

Ketua Perkumpulan Karya Bangsa Sintang YAT Lukman Riberu menyampaikan, alumni STKIP Persada Nusantara sudah mencapai 4.000 orang dan Persekolahan Nusantara Indah 11.000 orang. Hal itu menjadi modal besar pengembangan ke depan.

“Kami ke depan akan membangun kapel tempat berdoa dan _flying fox_, serta melaksanakan kegiatan rutin dua mingguan. Ke depan, kalau capek, bisa istirahat dan santai di sini. Dukungan masyarakat juga luar biasa. Kami sebenarnya sudah tanam 2.500 gaharu, sekarang tersisa seribuan batang,” ungkapnya.

Ketua Panitia Peresmian Leonardo Hendri Riberu menjelaskan, lokasi seluas 14 hektare ini dulunya tempat praktik mahasiswa pertanian dan ditanami karet.

“Pembangunan fasilitas sudah berjalan 11 bulan. Saat ini ada _coffee shop_, panggung hiburan, area terbuka hijau dan _camping ground_ berbasis alam, toko sembako, kolam pemancingan dan sarana edukatif perikanan,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan membangun _green house_ untuk kebun hidroponik dan pertanian modern, kolam renang dewasa dan anak, aula utama, serta _mini zoo_. “Kami juga akan kembangkan 1.000 pohon gaharu yang sudah ada,” tambah Leonardo. (Red)

04 Mei 2026

Pemprov Kalbar Kebut Perbaikan Jalan Sukadana–Teluk Batang, Target Selesai Agustus 2026

Pemprov Kalbar Kebut Perbaikan Jalan Sukadana–Teluk Batang, Target Selesai Agustus 2026
Ilustrasi Gubernur Ria Norsan meninjau jalan.
Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mempercepat perbaikan ruas Jalan Sukadana–Teluk Batang di Kabupaten Kayong Utara dengan target penyelesaian pada Agustus 2026. Proyek bernilai sekitar Rp23 miliar tersebut kini telah memasuki fase awal konstruksi.

Perbaikan infrastruktur ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan transportasi masyarakat, sekaligus menunjang kesiapan daerah dalam menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan progres pekerjaan saat ini difokuskan pada mobilisasi alat berat dan material ke lokasi proyek.

“Saat ini pekerjaan sudah masuk tahap konstruksi. Tim di lapangan tengah melakukan mobilisasi peralatan dan material untuk mendukung percepatan pekerjaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya juga memastikan pengaturan lalu lintas tetap berjalan selama proyek berlangsung agar tidak mengganggu aktivitas warga. Selain itu, penerapan standar keselamatan kerja menjadi perhatian utama di lapangan.

“Kami memastikan manajemen lalu lintas tetap berjalan dengan baik, serta penerapan K3 bagi para pekerja agar proyek ini berjalan aman dan lancar,” tambahnya.

Perbaikan difokuskan pada segmen sepanjang sekitar 2,5 kilometer yang mengalami kerusakan paling berat, seperti jalan berlubang dan permukaan yang tidak layak dilalui. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pemprov Kalbar Kebut Perbaikan Jalan Sukadana–Teluk Batang, Target Selesai Agustus 2026
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalbar.
Lingkup pekerjaan mencakup penguatan struktur perkerasan jalan, perbaikan badan dan bahu jalan, penataan drainase, serta pekerjaan penunjang lainnya guna meningkatkan kualitas jalan secara menyeluruh.

Data menunjukkan total panjang ruas Jalan Sukadana–Teluk Batang mencapai 49,5 kilometer, dengan sekitar 88,6 persen dalam kondisi mantap dan 11,4 persen masih perlu perbaikan.

Dengan percepatan pembangunan ini, Pemprov Kalbar optimistis konektivitas wilayah di Kayong Utara akan semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta mobilitas masyarakat secara lebih optimal.

Satlantas Polres Sekadau Gunakan ETLE Handheld, Tilang Elektronik Jadi Lebih Transparan


Apel Jam Pimpinan, Kabagops Polres Sekadau Apresiasi Personel Tanpa Pelanggaran


Polres Sekadau Ungkap Penggelapan Dana COD Rp94 Juta, Kurir J&T Express Diamankan

MTQ ke-34 Pontianak Tenggara Resmi Dibuka, Perkuat Kedekatan Umat dengan Al-Qur’an di Era Digital

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menabuh rebana menandai dimulainya MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara.

Pontianak – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara resmi digelar sebagai upaya memperkuat kedekatan umat dengan Al-Qur’an di tengah tantangan era digital. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, di Aula Kantor Camat Pontianak Tenggara, Senin (4/5/2026).

Dalam sambutannya, Amirullah menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia menyebut kitab suci tersebut sebagai sumber petunjuk yang membawa keselamatan dan keberkahan bagi umat manusia.

“Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan, insyaallah kehidupan kita akan selamat dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penggunaan gawai dan media sosial yang berlebihan dinilai berdampak pada berkurangnya interaksi sosial serta menurunnya kedekatan dengan Al-Qur’an.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh orang tua maupun masyarakat luas. MTQ menjadi salah satu sarana strategis untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap Al-Qur’an, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Amirullah menekankan peran penting keluarga dalam membimbing anak sejak dini agar akrab dengan Al-Qur’an. Ia meyakini, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mampu membentuk akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Pontianak untuk terus memperkuat pembinaan kehidupan beragama. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga kualitas moral dan spiritual masyarakat.

Berdasarkan laporan panitia, MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara diikuti oleh 66 peserta yang berlaga dalam 11 cabang lomba, masing-masing diikuti peserta putra dan putri. Jumlah peserta yang masih terbatas dinilai wajar mengingat kecamatan tersebut merupakan wilayah yang relatif baru berkembang.

Melalui penyelenggaraan MTQ ini, diharapkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi benteng moral dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. (*) 

Anggaran Tertekan, Wako Edi Kamtono Dorong Inovasi dan Digitalisasi Pelayanan Publik

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri dalam rangka Hari Otonomi Daerah 2026.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya kemandirian daerah sekaligus mendorong inovasi di tengah keterbatasan anggaran.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa tema “Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita” menekankan peran strategis daerah dalam mengelola potensi lokal secara bertanggung jawab guna mendukung cita-cita nasional.

“Berbagai tugas dan program sudah berjalan, tinggal kita evaluasi apa yang telah dilakukan agar lebih optimal,” ujarnya usai upacara.

Menurutnya, kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional. Ia menyoroti delapan kluster prioritas nasional, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hingga hilirisasi industri, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, serta penurunan kemiskinan.

Edi juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi dan inovasi pelayanan publik. Saat ini, ratusan Mal Pelayanan Publik telah beroperasi di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Namun demikian, ia mengakui Pemerintah Kota Pontianak menghadapi tantangan serius, terutama berkurangnya dana transfer sebesar Rp233 miliar pada tahun 2026. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah melakukan penyesuaian prioritas program agar tetap sejalan dengan rencana pembangunan daerah.

“Program prioritas tetap kita fokuskan pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Pontianak terus mendukung berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan Indonesia Asri, serta memperkuat gerakan Pontianak Asri di tingkat lokal.

Edi juga menyoroti keterbatasan sumber daya aparatur. Saat ini rasio ASN di Pontianak baru mencapai 0,94 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Kekurangan lebih dari dua ribu ASN menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kita harus mampu berinovasi dan memaksimalkan digitalisasi di tengah keterbatasan SDM dan anggaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap persoalan masyarakat menjadi kunci utama dalam pelayanan publik, mulai dari penanganan sampah, genangan air, hingga infrastruktur dan kebutuhan dasar warga.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Pontianak juga melepas ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. Selain itu, Edi turut mendoakan jemaah haji asal Pontianak, termasuk puluhan ASN, agar diberikan kelancaran dan menjadi haji yang mabrur.

“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus membangun Pontianak dengan semangat, inovasi, dan kepedulian tinggi,” pungkasnya. (*) 

Hardiknas 2026 di Pontianak, Edi Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Penguatan Karakter Generasi Muda

ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak mengikuti upacara peringatan Hardiknas 2026.

Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 dengan menggelar upacara di lingkungan pemerintah kota, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menentukan arah masa depan bangsa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada proses belajar di kelas, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir, serta kemampuan generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman.

“Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi bagaimana membentuk karakter dan kemampuan generasi muda agar siap menghadapi perubahan,” ujarnya usai upacara di Aula SSA Kantor Wali Kota.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat saat ini terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Metode ini diarahkan untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, mendorong berpikir kritis, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, mendukung berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pendidik hingga pemerataan akses belajar. Hal ini dilakukan agar seluruh anak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.

“Kita ingin semua anak mendapatkan akses pendidikan yang setara. Karena itu, peningkatan fasilitas, kualitas guru, dan lingkungan belajar harus terus kita perkuat,” katanya.

Secara nasional, berbagai program telah dijalankan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, seperti pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, hingga penguatan karakter peserta didik. Tercatat pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi dan sekitar 288 ribu sekolah menerima papan interaktif digital untuk menunjang proses belajar.

Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas guru melalui program beasiswa, sertifikasi, serta pemberian insentif, termasuk bagi tenaga honorer.

Melalui peringatan Hardiknas 2026 ini, seluruh elemen masyarakat diajak berperan aktif, mulai dari sekolah, keluarga, hingga lingkungan sekitar, untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Edi menambahkan, penguatan karakter peserta didik juga dilakukan melalui berbagai program pembiasaan positif, seperti budaya lingkungan yang asri, aman, sehat, bersih, dan indah, serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

“Semua ini bertujuan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berdaya saing,” tutupnya. (*)