12 Februari 2026
11 Februari 2026
Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Laksanakan Reses di Desa Engkersik
![]() |
| Foto: Reses Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Aloysius, S.H.,M.Si di Aula Kantor Desa Engkersik |
SEKADAU - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Aloysius, S.H.,M.Si dari Partai PDI Perjuangan, melaksanakan reses di Aula Kantor Desa Engkersik, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Rabu (11/2/2026). Sebelum reses, Ketua DPRD Provinsi Kalbar bersilaturahmi dengan pemerintah desa Engkersik di ruang kerja Kepala Desa Engkersik.
Kepala Desa Engkersik, Sukardiyanto, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua DPRD Kalbar yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke desa Engkersik.
Kades berharap aspirasi masyarakat dapat disampaikan dan diakomodir sesuai kebutuhan masyarakat. Infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan yang belum bisa terealisasi. Masyarakat telah melakukan penggalangan dana untuk perbaikan demi kelancaran akses perekonomian masyarakat.
Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Aloysius, S.H.,M.Si menyampaikan bahwa pembangunan di Kalimantan Barat terhambat oleh regulasi program pemerintah pusat yang mengalami pemangkasan anggaran sebesar Rp522 miliar. Pemerintah pusat juga berencana mengambil alih anggaran langsung, sehingga Wakil Rakyat di parlemen mungkin sulit merealisasikan aspirasi masyarakat.
Aloysius menyebutkan bahwa solusi keluhan infrastruktur adalah terbentuknya Provinsi Kapuas Raya sesuai deklarasi beberapa kepala daerah.
Dalam diskusi, tokoh masyarakat, Florencius Sumardi, berharap perhatian pemerintah terkait lanjutan pembangunan jalan Mandala yang telah dibangun di kawasan Desa Tapang Semadak melalui Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2024. Aloysius menjanjikan akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pusat.
"Kita akan sampaikan aspirasi masyarakat ke pusat," tukas Aloysius.
10 Februari 2026
Kadis PUPR Kapuas Cek Lapangan, Evaluasi Proyek 2025 dan Persiapan Program 2026
![]() |
| Foto: Pengecekan hasil kegiatan fisik dilingkungan pemerintah kabupaten kapuas |
KUALA KAPUAS - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas, H Hargatin ST MT, turun langsung ke lapangan untuk mengecek hasil kegiatan fisik tahun anggaran 2025 sekaligus meninjau kesiapan program 2026. Monitoring lapangan dilakukan pada Selasa, 10 Februari 2026, di sejumlah wilayah.
H Hargatin didampingi tim melakukan pengecekan lapangan di Kecamatan Timpah, Kapuas Tengah (Desa Pujon), Pasak Talawang (Desa Jangkang), Kapuas Hulu (Desa Sei Hanyu), dan Mandau Talawang (Desa Sei Pinang). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan hasil pekerjaan 2025 telah sesuai serta menyesuaikan perencanaan pembangunan 2026 dengan kondisi riil di lapangan.
Menurut H Hargatin, peninjauan langsung penting agar program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Kabupaten Kapuas.
"Perencanaan 2026 harus matang dan tepat sasaran," tegasnya.
Hasil monitoring ini diharapkan menjadi dasar penyusunan program kerja yang lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kapuas dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. (Fajar)
Perkuat Kesadaran Kebangsaan, Divisi Humas Polri Gelar Dialog Publik Menuju Indonesia Emas 2045
![]() |
| Foto: Divisi Humas Polri Gelar Dialog Publik Menuju Indonesia Emas 2045 |
PONTIANAK - Divisi Humas Polri menggelar kegiatan Dialog Publik bertajuk "Membangun Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda Kalimantan Barat Menuju Indonesia Emas" yang berlangsung di Hotel Mercure Pontianak pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan strategis ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari ancaman global sekaligus memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di tengah dinamika digitalisasi. Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menekankan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase krusial di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan program Asta Cita.
Polda Kalbar menyoroti posisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yang memiliki kerentanan terhadap ancaman lintas negara yang masuk melalui jalur digital maupun fisik. Kabid Humas memperingatkan adanya ancaman "tak kasat mata" berupa penyalahgunaan Narkoba, kejahatan siber (cyber crime), judi online, hingga penyebaran Hoaks dan Radikalisme.
Dialog ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Prof. Ibrahim, M.A., Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S., dan Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, B.A., M.Ed. Sekda Provinsi Kalbar mengungkapkan harapannya agar Indonesia bisa menjadi Indonesia Emas 2045, dengan memanfaatkan bonus demografi dan menguasai ilmu pengetahuan dan berakhlak yang mulia.
Melalui dialog ini, diharapkan generasi muda Kalimantan Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama yang berintegritas dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan.









