Berita Indokalbar.com @media screen and (max-width:768px) { .banner{margin:65px auto 0 auto;} } -->

Kalbar

Hukum

Peristiwa

Ad Placement

Hukum

21 Januari 2026

Bupati Sintang Berpesan kepada Jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD

Foto: Bupati Sintang saat menghadiri pisah sambut Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang di Aula dr. Mochtar Moeluk Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rabu (21/1/2026)


SINTANG - Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengingatkan jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD AM Djoen Sintang untuk menjaga, memperkuat, dan memperbaiki komunikasi baik di internal maupun eksternal, serta ke atas dan ke bawah. Pesan tersebut disampaikan Bupati Sintang saat menghadiri pisah sambut Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang di Aula dr. Mochtar Moeluk Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang pada Rabu, 21 Januari 2026.


"Saya berterima kasih atas pengabdian jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD yang selama ini sudah melayani masyarakat," kata Bupati Sintang. 


Ia juga meminta jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD untuk kompak, saling membantu demi masyarakat, serta menjaga komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan.


Bupati Sintang juga meminta jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD untuk mencari sumber pendanaan dari pemerintah pusat jika memungkinkan. 


"Karena dana kita terbatas akibat pengurangan transfer keuangan daerah, maka kita harus mencari alternatif lain," ujarnya.


Bupati Sintang juga berpesan agar jajaran Dinas Kesehatan, RSUD, dan Puskesmas untuk berinovasi dalam memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. 


"Berikan layanan terbaik untuk masyarakat," pesan Bupati Sintang. 


Ia berharap dengan kerja sama dan komunikasi yang baik, jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.


Polres Sekadau Peringati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW

Foto: Polres Sekadau Peringati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW


SEKADAU - Polres Sekadau memperingati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah di Masjid Ar Rahmat Polres Sekadau, Jalan Merdeka Timur, Rabu (21/1/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dihadiri Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, S.H., S.I.K., M.H., M.A., Wakapolres Kompol Samsul Bakri, S.H., M.H., pejabat utama Polres Sekadau, Ketua Bhayangkari Cabang Sekadau Ny. Esty Andhika, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Vonny Samsul, pengurus Bhayangkari, serta personel Polres Sekadau.


Peringatan Isra Miraj tahun ini mengangkat tema "Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keamanan dan Ketaqwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial." Dalam sambutannya, AKBP Andhika menuturkan bahwa peristiwa Isra Miraj memiliki makna penting bagi pelaksanaan tugas Polri, terutama melalui perintah sholat sebagai fondasi utama keimanan.


"Sebagai personel Polri dengan kewenangan yang besar, menjaga sholat menjadi pondasi agar kita bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan tidak menyalahgunakan kewenangan," kata AKBP Andhika. 


Ia juga menyoroti nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang terkandung dalam tema peringatan. Menurutnya, nilai tersebut relevan dengan kondisi saat ini, di mana sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah dilanda musibah.


AKBP Andhika berharap peringatan Isra Miraj tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat keimanan, integritas, serta semangat pengabdian personel Polri kepada masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustad Imron. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya sholat sebagai pilar pembentuk pribadi yang disiplin, amanah, dan berakhlak baik, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.


Basarang–Kapuas Barat Survei Penegasan Batas Desa

Foto: Basarang–Kapuas Barat Survei Penegasan Batas Desa


KUALA KAPUAS - Pemerintah Kecamatan Basarang bersama Kecamatan Kapuas Barat menggelar survei lapangan penegasan batas administrasi desa, Selasa (20/1/2025).


Kegiatan ini menindaklanjuti surat Camat Basarang terkait permohonan penjadwalan penegasan dan penetapan batas desa. Survei dibuka Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kapuas, Romulus, didampingi Kabag Tata Pemerintahan Setda Kapuas, Fakhruransi.


Turut hadir Camat Basarang Nurcahyono, Camat Kapuas Barat Riza Fahlevi, unsur Forkopimcam, perwakilan DPMD Kapuas, kepala desa, BPD, Damang, serta tokoh masyarakat.


Desa yang terlibat yakni Desa Naning dan Batu Nindan (Basarang) serta Desa Maju Bersama (Kapuas Barat). Penegasan batas difokuskan pada segmen antara ketiga desa tersebut.


Survei lapangan merujuk pada sejumlah berita acara penegasan dan pelacakan batas wilayah yang telah disepakati sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan memperjelas batas administrasi desa guna mendukung tertib pemerintahan dan mencegah sengketa wilayah.


Romulus menegaskan penetapan batas telah melalui proses panjang dan berdasarkan kesepakatan bersama. Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan menunggu hasil survei lapangan. (Fajar)


20 Januari 2026

Pemkab Kubu Raya siaga darurat kebakaran hutan dan lahan


Pontianak - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di tengah anomali iklim yang semakin tidak menentu.

"Karhutla ini menjadi atensi utama. Cuaca kemarau tidak perlu menunggu lama, seminggu saja sudah bisa muncul hotspot dan titik-titik api," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo saat bertindak sebagai pembina Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Kantor Bupati Kubu Raya di Sungai Raya, Selasa.

Apel tersebut digelar sebagai tindak lanjut penetapan status siaga darurat karhutla yang telah diberlakukan sejak 14 Januari 2026.

Apel kesiapsiagaan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sejumlah elemen terkait lainnya.

Sujiwo menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, bahwa ancaman bencana akibat perubahan dan anomali iklim kini semakin sering terjadi.

Ia menyebut Kabupaten Kubu Raya memiliki tiga potensi bencana utama yang harus diantisipasi secara serius, yakni kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta angin puting beliung.

Menurut Sujiwo, karhutla memiliki dampak serius karena berkaitan langsung dengan keberadaan objek vital nasional, yakni Bandara Internasional Supadio. Kabut asap akibat kebakaran lahan dapat mengganggu jarak pandang penerbangan, baik pesawat komersial maupun militer, sehingga berimplikasi langsung terhadap mobilitas dan perekonomian daerah.

"Dampak kabut asap juga menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan. Sekolah terpaksa diliburkan dan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) kerap meningkat saat kualitas udara memburuk," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang selama ini aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Ia menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung operasional penanganan di lapangan.

"Saya tegaskan, tidak boleh ada petugas yang telantar saat bertugas. Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap makan, minum, bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan lainnya. Bahkan, saya secara pribadi siap mem-back up," kata dia.

Ia meminta Kepala BPBD Kabupaten Kubu Raya untuk mengoordinasikan seluruh dukungan serta memastikan penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan TNI-Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, MPA, camat, hingga kepala desa.

"Dengan kolaborasi yang solid dan kesiapsiagaan sejak dini, potensi karhutla di Kabupaten Kubu Raya dapat dikendalikan. Kalau kita bergerak bersama, insya Allah kebakaran hutan dan lahan lebih mudah kita jinakkan dan antisipasi," katanya.

Selain karhutla, Sujiwo juga menyinggung potensi bencana banjir yang mengancam saat curah hujan tinggi, khususnya di wilayah dataran rendah. Namun, upaya normalisasi drainase yang dilakukan secara masif dalam setahun terakhir dinilai mampu menekan risiko banjir, kecuali banjir rob yang dipengaruhi oleh kenaikan permukaan air laut.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

Pemkot Singkawang prioritaskan pembangunan jalan dorong pertumbuhan


Kota Singkawang - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, memprioritaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Singkawang dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin saat meninjau pembangunan Jalan Gambir di Kelurahan Mayasopa Kecamatan Singkawang Timur, Senin.

Wakil Wali Kota memastikan progres pembangunan jalan berjalan sesuai dengan rencana dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan pembangunan Jalan Gambir diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di wilayah tersebut.

“Pembangunan jalan ini penting untuk meningkatkan akses masyarakat dan memperlancar pergerakan orang maupun barang, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian daerah,” ujarnya.

Muhammadin juga meminta Dinas PUPR Kota Singkawang memastikan seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan dengan kualitas yang baik dan sesuai standar yang berlaku.

“Kita tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga harus memastikan kualitasnya agar jalan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Jalan ini adalah aset bersama. Mari kita jaga dan rawat agar dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Singkawang untuk memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Oleh : Narwati/ANTARA

Gawai Adat Dayak ke-3 Kota Pontianak Siap Digelar

Foto: Pengurus DAD Kota Pontianak 


PONTIANAK - Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelaksanaan Gawai Adat Dayak atau Gawai Naik Dango ke-3 Kota Pontianak akan digelar pada 20 hingga 26 April 2026. Kegiatan budaya tahunan ini diharapkan berlangsung lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menjadi ruang pelestarian adat serta budaya Dayak di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.


Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Cornelius Kimha, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Gawai Naik Dango Kota Pontianak telah berjalan selama tiga tahun dan terus mengalami perkembangan positif. 


Pada tahun 2026 mendatang, panitia menargetkan penyelenggaraan yang lebih meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. 


"Gawai Adat Dayak Kota Pontianak yang ketiga ini mengangkat tema Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman," ujar Cornelius Kimha.


Rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan upacara adat. Selanjutnya, akan digelar arak-arakan budaya yang melibatkan berbagai etnis yang ada di Kota Pontianak sebagai wujud kebersamaan dan keberagaman. Puncak acara ditandai dengan pembukaan resmi Gawai, yang kemudian diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Dayak.


Cornelius juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat Dayak di Kota Pontianak dan sekitarnya, untuk hadir dan berpartisipasi dalam memeriahkan Gawai Naik Dango 3 tersebut. 


"Mari kita ramaikan bersama kegiatan ini sebagai upaya mengembangkan serta melestarikan seni dan budaya Dayak di Kota Pontianak," pungkasnya. (**)


19 Januari 2026

Kalbar dukung peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren


Pontianak - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mendukung peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia dan pembangunan karakter generasi muda.

"Pendidikan adalah modal hidup yang tidak akan lekang dan habis ditelan masa. Sepanjang hayat manusia, pendidikan menjadi modal dasar utama," kata Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan saat menghadiri Wisuda Santri Pondok Pesantren Miftahul Khairatdi Pontianak, Senin.

Menurut Krisantus, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang penting penguatan kualitas pendidikan berbasis keagamaan.

"Di tengah perubahan zaman yang cepat, pondok pesantren harus terus didorong untuk meningkatkan mutu pendidikan agar mampu melahirkan generasi yang adaptif, berdaya saing, dan berakhlak," ujarnya.

Krisantus menegaskan investasi di bidang pendidikan, termasuk pendidikan pesantren, merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya sangat menentukan masa depan daerah.

"Tidak ada orang tua yang bisa memastikan kondisi anak 10 atau 20 tahun ke depan. Namun melalui pendidikan yang berkualitas, kita menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi mereka," katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Krisantus turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan lokal baru Pondok Pesantren Miftahul Khairat 2. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana dan prasarana pendidikan pesantren agar proses belajar mengajar semakin optimal.

Ia juga memotivasi para santri agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan latar belakang berasal dari desa terpencil di Kabupaten Sintang, Krisantus menegaskan bahwa pendidikan mampu membuka jalan kesuksesan bagi siapa pun.

"Dengan pendidikan dan kemauan yang kuat, siapa pun bisa maju dan berkontribusi bagi daerah," tuturnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khairat Kyai H. Sarmawi Abdul Aziz mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Kalbar yang dinilainya sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap penguatan pendidikan pesantren.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat mendorong percepatan pembangunan fasilitas pendidikan, seperti asrama, masjid, dan ruang belajar, yang saat ini progresnya telah mencapai sekitar 60 persen.

"Sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Kalimantan Barat yang beriman, berilmu, dan berdaya saing," katanya.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

18 Januari 2026

Polres Kubu Raya kerahkan personel padamkan Karhutla di dua kecamatan


Pontianak - Polres Kubu Raya mengerahkan personel untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, menyusul munculnya titik api di Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Kakap.

"Penanganan karhutla menjadi prioritas utama kami karena dampaknya sangat luas terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan. Personel kami kerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan secara maksimal," kata Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade di Sungai Raya, Minggu.

Ade mengatakan, pengerahan personel dilakukan sebagai respons cepat atas meningkatnya potensi karhutla seiring peralihan musim dari penghujan ke kemarau.

Di Kecamatan Sungai Raya, kebakaran terjadi di Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua. Api menghanguskan lahan kosong seluas sekitar dua hektare. Situasi sempat mengkhawatirkan karena lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 70 meter dari permukiman warga.

Sementara itu, di Kecamatan Sungai Kakap, titik api terdeteksi di Desa Punggur Kecil dengan luas lahan terbakar sekitar 1,5 hektare. Kedua lokasi merupakan lahan gambut yang rawan karena api dapat merambat ke bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan.

Dalam operasi pemadaman, Polres Kubu Raya bersinergi dengan Direktorat Samapta Polda Kalbar, BNPB, TNI, Pemadam Kebakaran Kubu Raya, serta unsur terkait lainnya. Tim gabungan dikerahkan untuk mencegah kebakaran meluas dan menekan potensi kabut asap.

Selain pemadaman, Polres Kubu Raya juga meningkatkan patroli di titik-titik rawan karhutla, terutama di kawasan gambut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru yang dapat membahayakan masyarakat.

"Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat asap atau titik api," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan masih melakukan pendinginan untuk memastikan bara api di lapisan gambut benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan. Penyebab kebakaran di dua lokasi tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Pewarta : Rendra Oxtora/ANTARA

Sekda Kapuas Hadiri Pernikahan Putri Pertama Bupati Kapuas

Foto: Sekda Kapuas Hadiri Pernikahan Putri Pertama Bupati Kapuas


KUALA KAPUAS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Dr. Usis I Sangkai, S.Hut., M.Si., menghadiri acara pernikahan putri pertama Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, SP, yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Minggu (18/1/2026).


Putri pertama Bupati Kapuas, Gayatri Putri Sholeha, S.Ked, resmi dipersunting oleh Teguh Aria Pratama, S.H., M.H., dalam suasana khidmat dan penuh kebahagiaan. Acara pernikahan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat Pemkab Kapuas, tokoh masyarakat, serta kerabat kedua mempelai.


Sekda Kapuas Dr. Usis I Sangkai menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa kepada kedua mempelai agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Ia juga berharap pernikahan tersebut membawa keberkahan bagi kedua keluarga besar.


“Semoga kedua mempelai selalu diberikan kebahagiaan, keharmonisan, serta mampu membangun rumah tangga yang penuh cinta dan saling pengertian,” ujar Sekda.


Rangkaian acara berlangsung lancar dan tertib, dengan tetap menjunjung tinggi adat serta nilai-nilai kekeluargaan yang kental. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perhelatan pernikahan putri orang nomor satu di Kabupaten Kapuas tersebut. (Fajar)


17 Januari 2026

Anak Laki-Laki 11 Tahun Tenggelam di Sungai Kapuas

Foto: Polisi lakukan pencarian dititik diduga tempat korban tenggelam 


SEKADAU - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di wilayah Kampung Rojok, Dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Sabtu (17/1/2026).


Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya sedang mandi dan bermain di sungai, di sekitar jamban milik salah seorang warga. 


"Ketiganya mandi sambil berenang. Namun selang beberapa waktu, korban tidak terlihat muncul ke permukaan," jelas AKP Triyono.


Melihat korban tidak timbul, dua rekan korban segera meminta bantuan kepada warga sekitar. Warga kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban selanjutnya dievakuasi ke atas jamban dan langsung dibawa ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan penanganan medis.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia," ungkapnya. 


Dari hasil keterangan sementara, diduga tangan korban tersangkut pada tali bekas yang berada di bawah jamban, sehingga korban kesulitan melepaskan diri dan akhirnya tenggelam.


Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. 


"Atas kejadian ini, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan," tutup AKP Triyono.


Pasang Iklan

Hukum

Pemprov Kalbar

Pemda